jump to navigation

Geng Nero Juni 19, 2008

Posted by mastechno in Corat-Coret.
Tags: , ,
trackback

Waktu denger kabar bahwa ada sekelompok geng dari kota pati rasanya ga nyangka ja, soalnya bukan cowo yang bikin geng dan buat kerusuhan tapi malah cewe, ga nyangka banget bisa kayak gitu, beritanya copas dari jawa pos online berikut ini beritanya :

[ Jum'at, 13 Juni 2008 ] Geng Nero Resahkan Warga Pati, Jawa Tengah

Menurut kabar yang beredar mengenai motivasi Geng Nero, mereka tidak suka bila ada anak perempuan lain yang menyaingi dan melebihi apa yang dimiliki Geng Nero. Misalnya, soal pakaian, gaya rambut, atau penampilan lain. (ris/jpnn/ruk)

Suka Hajar Siswi SMP dan Merekamnya

Sebuah kelompok remaja putri yang menamakan diri Geng Nero menggegerkan Kota Pati, Jawa Tengah. Orang tua yang memiliki anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP pun cemas.

Sebab, geng itu disebut-sebut suka menganiaya remaja putri, terutama yang masih SMP, tanpa alasan jelas. Parahnya, penganiayaan tersebut mereka rekam lewat video telepon seluler (ponsel), kemudian disebarkan.

Dalam sebuah rekaman video ponsel yang sudah beredar, terlihat sekelompok remaja putri anggota Geng Nero menampar korbannya berulang-ulang. Dari latar belakang rekaman itu, diduga penganiayaan dilakukan di sebuah gang.

Beberapa korban yang berani mengungkapkan kelakuan Geng Nero adalah WD dan L, keduanya berusia 14 tahun, siswi kelas IX sebuah SMP di Kecamatan Juwana. Saat diwawancarai di rumahnya di kawasan Juwana kemarin, keduanya mengaku tidak tahu alasan dirinya diperlakuan kasar seperti itu. ”Tiba-tiba saja empat orang menggelandang saya. Mereka mengaku dari Geng Nero, kemudian menampar saya berkali-kali,” ungkap WD.

Menurut dia, penganiayaan itu mereka lakukan setelah menggelandang dirinya ke sebuah tambak di Desa Bajomulyo, Juwana. Di tambak itu, keempat anggota Geng Nero menampar bergantian. WD tidak berani menanyakan alasan mereka menampar, apalagi melawan. ”Mereka berempat, sedangkan saya sendirian,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, dia tidak pernah bertemu lagi dengan para penganiayanya tersebut. WD pun hanya berani bercerita kepada ibunya. Namun, kisah penganiayaan itu pun akhirnya beredar setelah muncul rekaman video ponsel tersebut.

Korban lain adalah putri LK, warga Desa Growong Lor. Semula, dia tidak tahu bahwa anaknya telah menjadi korban Geng Nero. Salah seorang tetangganya yang justru menceritakan hal itu.

Berdasar informasi tersebut, dia lantas ”menginterogasi” sang anak. ”Awalnya anak saya tidak mau mengaku. Tapi, setelah saya tunjukkan video rekaman yang beredar di ponsel, akhirnya dia mengaku,” katanya kemarin.

Berdasar rekaman tersebut dan pengakuan anaknya, LK melapor ke polisi kemarin. Sejauh ini, belum diketahui pasti pemimpin geng itu dan para anggotanya.

LK menceritakan, awalnya anaknya diundang dua teman sekolahnya ke suatu tempat. Tidak tahunya, dua temannya tersebut sudah dihajar Geng Nero. ”Setelah anak saya menyusul, ganti anak saya dipukul. Begitu saja yang diceritakan. Selebihnya tidak tahu pasti,” ujarnya.

Sabtu, 14 Juni 2008 ] Polisi Tangkap Geng Nero

Seluruh Anggotanya Perempuan, Sebagian Sudah Pindah

PATI – Sehari setelah terekspos media massa, polisi langsung menangkap anggota Geng Nero yang meresahkan warga Pati, Jawa Tengah. Anggota geng yang terdiri atas pelajar putri itu ditangkap di rumah masing-masing. Dari enam anggotanya, hanya empat yang berhasil diamankan. Dua anggota yang lain sudah pindah ke luar kota.

Yang berhasil ditangkap adalah Rt, Yn, My, dan Tk. Keempatnya tercatat duduk di bangku kelas I SMA di Juwana. Penangkapan dilakukan berdasarkan video penganiyaan yang beredar dari telepon seluler.

Sebagaimana diberitakan kemarin, para orang tua, terutama yang memiliki anak remaja putri, resah karena ulah geng tersebut. Geng itu suka menganiaya remaja putri, merekamnya lewat video telepon seluler (ponsel), dan kemudian mengedarkannya.

Berdasarkan laporan warga masyarakat dan rekaman yang beredar itu, polisi memburu para anggota geng tersebut. Empat orang di antara enam anggota geng itu berhasil diringkus.

Seorang anggota geng tadi, Rt, mengaku melakukan penganiayaan karena ada masalah dengan korban. Lantas, dia menceritakan kepada ketiga rekannya sesama anggota Geng Nero.

Atas cerita itulah, mereka lantas menghajar korban. Namun, Rt tidak menjelaskan apa masalahnya dengan korban.

Pelaku menjelaskan, rekaman video dibuat sekitar April lalu di Gang Cinta. Dalam aksi itu, Rt mengaku tidak ikut memukuli korban. Yang menampar ialah Tk dan Yn.

Keempat anggota geng tersebut tidak ingat berapa kali melakukan perbuatan serupa. Mereka juga tidak ingat lagi siapa saja yang menjadi korban. Mereka juga menolak menyebutkan pimpinan geng. Hanya dijelaskan bahwa geng Kapolres Pati AKBP Hilman Thayib melalui Kasatreskrim AKP Sulkhan menerangkan, anggota Geng Nero enam orang. ”Saat ini hanya tinggal empat orang. Dua orang lainnya sudah pindah, ke Bali dan Jogjakarta,” terangnya.
tersebut terbentuk saat mereka duduk di bangku SMP.

Meski telah berkurang dua orang, geng itu tetap beraksi. Namun, baru empat orang korban yang berani melapor polisi. Dan, hingga kemarin, polisi masih memeriksa saksi guna penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatan itu, pelaku akan dikenakan pasal 170 KUHP tentang Kekerasan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.

H Jamari, anggota komite sekolah di Kecamatan Juwana dan Batangan menjelaskan, nama Geng Nero bukan tanpa arti. Nero berasal dari kata neka-neka dikeroyok (macam-macam dikeroyok). Ketika ada pelajar putri yang dianggap macam-macam oleh geng tersebut, mereka tak segan menculik dan menganiaya.

Menurut dia, pihak sekolah mengetahui kasus itu sekitar sebulan terakhir. ”Pihak sekolah sudah memanggil orang tua para anggota Geng Nero,” jelas Jamari. (ris/jpnn/ruk

Dari berita diatas mungkin kita kaget, geng nero yang berasal dari kata neko-neko keroyok katanya bermula dari keinginan anggotanya untuk membuat kelompok buat curhat antara anggotanya. Saya pun yang kuliah di daerah pati kaget akan hal tersebut. Salah satu teman juga ada yang berasal dari sekolahan yang menjadi bahan ejekan dikelas. Ya meskipun hanya bercanda namun mungkin ada sedikit rasa malu. Ya menurutku boleh saja membentuk kelompok untuk saling curhat antara anggotanya tapi dalam pelaksanaanya jangan sampai melenceng dari sikap seorang cewe yang lemah lembut.

Komentar»

1. Pujangga - Juni 25, 2008

waduh geng2′an barang lex!! eh aku wis mosting terusane argo piloso, jadi mampir yo!!

2. Mardies - Juni 27, 2008

Nek nggonku malah orisinil Lex. Nanging serba ngawur :)

3. say-ID - Juli 30, 2008

Kok ada ya genk kyk gtu…
Dunia ini kyk mau kiamat ja…